26 Jan 2015

Cara operasi STEREO MIXER 8 CHANEL

Rangkaian Mixer atau audio mixer ini biasanya berfungsi untuk menggabungkan beberapa input atau masukkan dari berbagai macam sumber audio dan menggabungkannya menjadi satu bagian output audio. Mixer biasanya bisa anda temukan di studio rekaman hingga ke arena-arena konser mulai dari kecil hingga besar. Disebabkan fungsi dan tugasnya tersebut, tentu membuat mixer menjadi salah satu alat utama guna membuat suara di acara-acara tersebut menjadi lebih enak untuk didengar. Dan anda bisa melihat berbagai macam mixer yang dijual di pasaran. Dan biasanya mixer tersebut memiliki pre-amp, tuner, control dan adder. Dan anda bisa mencoba untuk membuat sendiri rangkaian mixer untuk digunakan di kamar atau di tempat anda latihan.

Audio mixer memang sangat dibutuhkan oleh para musisi. Seperti yang disebutkan diatas, mixer memang berfungsi untuk menguatkan sinyal audio menjadi satu dan menggabungkannya hingga memiliki output yang enak dan nyaman untuk didengar. Untuk penjelasannya secara ilmiah dan sesuai dengan dunia eletronika, mixer akan mencamur semua input yang masuk, lalu mixer akan menyeimbangkan semua input tersebut hingga kemudian mengirimnya ke cross over dan membawa hasil tersebut ke power amplifier hingga dihasilkan output sesuai dengan kemampuan mixer tersebut ke speaker. Jika mixer tersebut stereo, tentu output yang dihasilkan bisa stereo. Sementara jika mixer tersebut mono, maka hasilnya akan mono.

A.KOPETENSI
Setelah menyelesaikan praktikum, diharapkan kita dapat :
1.Mengetahui prinsip kerja dari rangkaian mixer.
2.Mengetahui fungsi dari bagian – bagian mixer.
3.Mengoperasikan dan mengetahui kegunaan per potensio per chanel.

B.PERALATAN YANG DIGUNAKAN
1.Mixer 8 chanel Stereo Sound System
2.Microphon
3.Speaker Aktif
4.Probe kabel secukupnya

C.DASAR TEORI
Mixing adalah salah satu perangkat paling populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya dua (L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya ke cross-over baru ke power amplifier dan akhirnya ke speaker.
Konsul mixing (Audio Mixer) adalah pusat dari sistem tata suara dimana operator dapat menyampur, menyamakan dan menambah efek-efek pada sumber-sumber suara. Berbagai konsul mixer dapat dipakai untuk berbagai keperluan dalam satu sistem tata suara tunggal. Dalam tata suara, konsul mixer utama (FOH, Front of House) harus berada dimana operator dapat melihat dan mendengar aksi di panggung. Mixing dengan booth monitor terdekat akan mencegah operator dari pendengaran yang campur aduk antara suara artis, umpan balik Loudspeaker utama, gaduh penonton dan juga efek akustik ruangan. Pada pertunjukan skala besar, sering kali menggunakan konsul mixing untuk monitor panggung secara terpisah, dimana diperuntukkan untuk menciptakan monitor hasil mix bagi monitor-monitor diatas panggung. Konsul-konsul ini sering kali terletak di samping panggung sehingga operator dapat berkomunikasi dengan yang sedang tampil diatas panggung. Sehingga akan memudahkan saat ada gamgguan-gangguan kecil karena cacat intrumen atau karena faktor lain yg menyebabkan suara cacat

Gambar dasar suatu Mixer dengan 3 input MIC.
D.LANGKAH KERJA
1.Siapkan Alat dan Bahan yang di butuhkan
2.Rangkailah Mixer dengan Microphon dan Speaker Aktif
3.Gambarlah Mixer Stereo Sound System lengkap dengan tombol-tombolnya
4.Jelaskan Fungsi dari masing-masing tombol Mixer
5.Untuk mengetahui fungi dari masing-masing tombol terlebih dahulu atur-aturlah tombol Mixer sehingga suara bisa keluar
6.Setelah langkah nomor 1 sampai dengan 5 dilakukan, kemudian tuliskan data yang sesuai didapat dari hasil praktikum tersebut yg mengunakan MIXER.

ANALISA DATA
Mixer adalah salah satu perangkat paling populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya dua (L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya ke cross-over baru ke power amplifier dan akhirnya ke speaker.
Bagian – bagian pengatur pada mixer 8 chanel dan fungsinya :
1. Mic/line
Switch tekan ini untuk merubah sirkit gain control. Tergantung apakah yang menjadi input adalah mic, effect return atau tape deck/CD. Pada banyak mixing console terdapat terminal input yang terpisah antara mic dan line input pada channel yang sama. Input mic biasanya menggunakan tipe konektor balans 3 pin XLR atau kadang biasa disebut jack Canon. Sedangkan line input menggunakan jack seperti yang biasa dipakai jack gitar. Hal ini memungkinkan untuk mencolokkan dua input yang berbeda dalam satu channel, dan switch ini untuk mengaktifkan salah satu input yang kita inginkan diantara keduanya. Sebagai contoh, anda dapat mencolokkan effect return dngan gain yang diset rendah pada mic input kemudian mencolokkan lagi tape deck pada line input channel yang sama. Pada saat band sedang show dan tape deck tidak dibutuhkan, anda tinggal men-switch tombol tersebut pada posisi mic. Kemudian pada saat band telah selesai dan butuh playback musik dari tape deck/CD, anda juga tinggal men-switchnya pada posisi line. Ini bisa dilakukan untuk menghemat channel, khususnya apabila console yang digunakan tidak terlalu besar.

2. Gain
Disebut juga input level atau trim, biasa terdapat pada urutan paling atas dari setiap channel mixing console. Fungsinya adalah untuk menentukan seberapa sensitive input yang kita inginkan diterima oleh console. Apakah berupa signal mic atau berupa signal line (keyboard, tape deck, dll). Tombol ini akan sangat membantu untuk mengatur signal yang akan masuk ke console. Bila signal lemah, maka dapat dilakukan penambahan, bila terlalu kuat dapat dikurangi. Contoh : untuk penyanyi yang suaranya lemah atau tidak meiliki power yang baik, diperlukan penambahan gain yang lebih. Sedangkan untuk gebukan kick drum, mungkin dilakukan dengan sedikit penambahan. Ini dilakukan agar menjaga setiap input yang masuk ke mixer tetap optimal. Input gain yang terlalu besar akan menyebabkan distorsi, sedangkan kalau terlalu lemah akan membutuhkan penambahan yang bila berlebihan akan menyebabkan noise.
Jadi input gain stage adalah hal yang paling penting dan kritis, karena dari sinilah semua suara yang berkualitas dimulai. Makanya usahakanlah untuk menjaga agar setiap input tetap clean dan clear sebisa mungkin. Sebab noise dan distorsi yang diakibatkan dalam poin ini akan mengalir terus ke seluruh system dan membuat seluruhnya jadi terganggu. Bila ternyata input gain sangat besar atau bahkan terlalu besar sehigga setelah dikurangi juga masih saja terlalu kuat, maka untuk itu terdapat switch PAD pada console yang fungsinya adalah untuk menurunkan gain input signal mulai –20 sampai –30 db.

3. EQ pada channel
Pada setiap channel di mixing console selalu terdapat Equalizer Section.yang terdiri dari BASS, MIDLE, TREBLE Fungsinya yaitu sebagai pengatur tone untuk me-modifikasi suara yang masuk pada channel tersebut. Umumnya sound engineer melakukan perubahan sound melalui EQ bertujuan dua :
1. Untuk merubah sound instrument menjadi sound yang lebih disukai
2. Mencari karakterisrik suara yg sesuai.
3. untuk mengatasi frekuensi dari input yang bermasalah, misalnya feedback, dengung, overtune, dll.

Pengaturan yang sangat mendasar dari EQ adalah berupa Low, midle dan Hi, kemudian penambahan dan pengurangan (boost/cut). Atau ada juga yang lebih kompleks dengan 4 jalur dengan fungsi yang full parametric. Yang dimaksud fix diatas adalah pada EQ tersebut tidak memiliki tombol untuk mmilih frekuensi yang akan disetting. Karena frekuensi yang akan “dikerjai” telah ditetapkan dari pabrik. Pembagian frekuensi pada EQ jenis ini mirip denga pembagian yang terdapat pada crossover, hanya terdiri atas :
1. Low, dan hi-pada EQ 2way Low
2. Mid dan Hi-pada EQ 3wayLow
3. Low Mid, Hi mid dan Hi-pada EQ 4 way

Memutar tombol boost/cut akan memberi pengaruh sampai 12 atau 15 db tergantung mixing console apa yang anda gunakan. Keuntungan EQ yang fix adalah : harga yang relatif ekonomis, terhindar dari kesalahan pmilihanfrekuensi yang akan disetting. Kesalahan seperti ini bisa disebabkan oleh kurang berpengalamnnay sound engineer (penata suara), dan keuntungan yang terakhir adalah hemat waktu dalam pen-settingan. Namun ada juga kekurangannya seperti : kita tidak dapat memilih frekuensi khusus yang kitainginkan. Karena semua frekuensi telah ditetapkan dari pabriknya.

4. EFFEX
Effex dalam mixer ini mempunyai suatu fungsi mengirimkan sinyal suara ke rangakain suara EFFEX yaitu biasanya REVERB,ECHO, yang bisa membuat suara si vokal atau instrumen tersebut menjadi lebih baik dengan settinggan yg berbeda-beda sesuai dengan keinginan dan situasi ruangan. Dalam mixer ini dah terdapat effex yaitu ECHO DELAY yang bisa di atur kecapatan effex delaynya sesuai dengan selera yang kita kehendaki.

5. AUX Send
Dari tombol putar ini dapat dikirim signal dari channel tersebut keluar mixing console (melalui terminal aux out pada terminal keluaran di panel belakang mixer), kemudian dari tombol ini juga dapat dikontrol level signal yang dikirimnya tadi. Signal yang dikirim ini terpisah sama sekali dari keluaran master. Ini berguna untuk mengirim signal ke system monitor, atau juga ke berbagai macam unit effec, dan dari keluaran effect dikirim lagi ke channel yang berbeda pada mixing console. Mixer yang pling sederhana sekalipun sedikitnya memiliki satu atau dua AUX SEND. Satu untuk mengirim signal ke monitor dan satu untuk mengrim effect (echo, reverb).

6. PAN (balance)
Merupakan potensio Balance yang mengatur keluaran antara R(right) dan L(left) kanan dan kiri untuk keseimbangan masing-masing chanel yang di pakai.

7. Volume Chanel
Volume ini adalah volume per chanel yang di pakai untuk mengeluakan ke volume master out, sehingga dari suara per chanel akan bisa di atur sesuai dengan apa yang masuk ke per chanel entah vokal dan instrumen sehingga akan menghasilkan suara yang bisa sama antara chanel satu denga yang lainnya.

9. Master auxiliary
Setiap auxiliary dari channel memiliki satu tombol lagi sebagai pengatur level untuk keseluruhannya. Misalnya aux 1 setiap channel memiliki master aux 1 untuk mengatur seluruh level dari aux 1 setiap channel. Begitu juga auxiliary lainnya. Yang berarti bila mixer meiliki 4 auxiliary out, maka akan terdapat 4 auxiliary master. Perhatikan beberapa tombol sejenis seperti Aux Master, Effect Master, Monitor Master, atau sesuatu yang kurang lebih adalah berfungsi sama. Untuk pen-settingan awal putar tombol tersebut pada posisi jam 2, baru lakukan pen-settingan pada channel. Bila ternyata masih kurang kuat, tambah lagi, atau bila terlalu keras, kurangi. Semuanya tergantung situasi.

10. Auxiliary Return
Signal yang telah dikirim melalui auxiliary out ke unit effect apakah Delay, Reverb atau lainnya akan dikirim kembali ke mixing console untuk digabungkan dan diseimbangkan secara tepat dengan level dari signal orisinil source tadi. Walupun cukup banyak juga mixing console yang memiliki pengaturan effect return secara khusus. Yang biasanya bukan dalam bentuk slider (potensio geser). Bila memang masih terdapat channel yang dapat digunakan sebagai masukan effect, kita dapat melakukan pegaturan sengan slider yang lebih memudahkan seperti melakukan pengaturan pada channel standard. Namun pengaturan dengan aux return juga sama seperti yang kita lakukan pada channel, hanya dengan memutar ke arah kanan dan kiri untuk menambah dan mengurangi level effect. Perhatikan! Bila anda membuka sedikit saja Aux Send dari channel yang telah digunakan sebagai effect return, akan berakibat feed back dan noise. Atasi segera dengan menurunkan level dari channel, kemudian periksa Aux Send pada channel.

11. Master Volume (Right-Left)
Volume ini adalah volume out yaitu pusat dari keseluruhan dari chanel 1-8 chanel yang berfungsi mengatur output keluaran antara output R(Right) dan L(Left), yang menuju ke masing- masing power amplifier yang di pakai, sehingga akan bisa sekali di dapatkan pusat pengaturan volume keseluruhan chanel dari master volume.

G. KESIMPULAN
Setelah menyelesaikan praktikum dapat ditarik kesimpulan bahwa :
Mixer adalah suatu pencampur dari berbagai instrumen yang mau di set menjadi satu adalah salah satu perangkat paling populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, yaitu melalui setting Gain, Equalizer, Effex, Aux, PAN(balance), volume dan menjadikannya dua (L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya Audio Distribution lalu ke cross-over baru ke power amplifier sebagai penguat akir untuk bisa di salurkan ke speaker.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar