9 Jan 2017

Welding sistem pemipaan atau Pressure Vessel

Kali ini saya akan berbagi pada teman2 tentang Berbagai Symbol Pengelasan Dalam Sistem Pemipaan atau Pressure Vessel

Symbol symbol pengelasan yang akan saya sertakan disini adalah symbol symbol praktis yang sering di pakai dalam pemipaan atau pada pressure vessel. symbol atau lambang pengerlasan ini telah di publikasihkan oleh American welding society, dan memang sudah menjadi standard dalam pengunaanya. Mungkin ada sedikit perbedaan seperti symbola pengelasan yang kita perlajari di perkuliahan, karena kalau di perkuliahan lebih general dan bisa di aplikasikan ke semua element termasuk dalam manufacturing.

Memahami symbol pengelasan itu amat penting, wajib hukumnya bagi designer ataupun engineer. Kenapa? Seperti selogan kita, bahwa Bahasa orang tehnik adalah gambar. Salah memahami gambar, bisa jadi salah dalam membuat alat atau perkakas. Apabila kita salah dalam memahami symbol pengelasan, bisa jadi barang yang kita rencanakan untuk di las juga akan salah.

Dalam symbol welding yang di rencaranakan oleh American welding society, ia memiliki delapan element. Sebenarnya tidak semua element di perlukan oleh seorang piping desigener, tapi paling tidak kita mengetahuinya.


Apasaja element dalam pengelasan?



1. Reference line
2. Panah
3. Symbol dasar pengelasan
4. Dimensi (ukuran) & data lainya
5. Supplementary symbol
6. Finishing symbols
7. Tail
8. Sepecification, process atau reference lainya.



a. Reference line dan panah pada pengelasan

Dalam pengelasan, hal yang utama adalah kita tau symbol dari panah, ia menunjukan kemana dan maksudnya apa? Kemudian setelah itu, ada dua tempat yang di isi dalam tandah panah ketika menuliskan symbol pengelasan, di atas garis atau di bawah garis panah. Semua itu memiliki arti.



Penulisan symbol lasan di atas garis, symbol tersebut menunjukan sisi sebaliknya, pengelasan akan di lakukan di sisi yang sebaliknya (seberangnya) dari tanda pahan. Kalau di bawah garis, menunjukan bahwa symbol pengelasan akan di lakukan di sisi sesuai panah. lihat gambar di bawah ini untuk pengapilkasian simbol panah pada las lasan.

Lalu bagaimana kalau symbol diletakan di atas dan di bawah garis panah tersebut? Itu artinya pengelasan di lakukan dua sisi, di sisi sesuai panah dan di sisi seberangnya.


b. Symbol dasar pengelasan


Berikut adalah bentuk symbol pengelasan, biasanya bentuk lasan tidak jauh beda dengan symbol yang di tujukan. Kemudian, untuk beberapa symbol ada yang mengunakan coakkan (bevel, atau groove) pada platnya dan ada pula yang tidak. Adapun lengkap mengenai symbol pengelasan adalah sebagai berikut :



Symbol tersebut adalah symbol satu sisi (di atas atau di bawah garis saja), bisa juga dalam penerapannya mengunakan kombinasi dari dua symbol. Seperti pada contoh berikut ini



Kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan symbol pengelasan ini adalah ketika si drafter tidak memahami symbol, biasanya tinggal copy paste dari gambar sebelumnya. Yang kedua biasanya terjadi ketika object tersebut di mirror (dalam autocad), maka symbol segitiga yang menunjukan las lasan juga akan ikut ter mirror dan jadi salah penulisan symbol las lasannya. Oleh karenannya, perlu di cek berulang ulang teradap gambar symbol las lasan.



c. Dimensi pada symbol pengelasan

Kemudian masalah ukuran, ukuran dapat berupa angka atau sudut. Kalau angka, ia menunjukan ketinggian filletnya (lihat gambar), kalau sudut ia menunjukan besarnya sudut filletnya.





d. Penjelasan Lainnya pada symbol pengelasan


Dua symbol yang paling sering digunakan, yaitu symbol lingkaran pada panahnya, dan satu lagi adalah symbol lasan dengan bendera. Symbol lingkaran yang digunakan dalam pengelasan, menunjukan bahwa pengelasan di lakukan melingkar, menyeluruh terhadap tanda pada las lasannya.

Sedangkan symbol bendera pada pengelasan adalah menujukan bawah pengelasan akan di lakukan di lapangan. Jadi bukan di lakukan di pabrik, melainkan ketika berada di lapangan. Tujuan pengelasan dilapangan bisa karena kemudahan ketika nantinya barang itu di bawa (shipping). kebayang kalau semua barang dilas di fabrikasi nanti akan sullit ketika di bawa ke lapangan, kalau kata orang jawa bilang tengel, enteng tapi angel.

Ya bisa karena memakan tempat dan barang tersebut ga boleh patah, jadi lebih mudah di las sekalian saja di lapangan. Atau pertimbangan lain kenapa dibutuhkan las di lapangan, adalah kebutuhan terhadap penyesuaian ukuran atau ketinggian di lapangan.

e. Type penyambungan


Dalam pengelasan, ada beberapa type penyambungan. Yang sering kita kenal yaitu butt joint, pararel joint dan lap joint. Butt joint adalah tipe penyambungan di mana dua plat di letakan satu garis, sejajar namun menghadap satu dengan yang lainya. Kalau pararel joint adalah tipe penyambungan di mana ia posisinya pararel, tertindih satu dengan lainya. Sedangakan lap joint adalah tipe penyambungan dimana satu sisi menempel pada atas sambungan lainya, jadi overlap.


Demikian sedikit info dari kami semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar