25 Apr 2016

Surah As Sajadah {QS: 32}

Diriwayatkan oleh al-Bazzar yang bersumber dari Bilal. Dalam sanad hadits ini terdapat seorang rawi yang daif, yaitu ‘Abdullah bin Syabib. Bahwa ketika Bilal dan para sahabat Rasulullah duduk-duduk di masjid, ada sahabat-sahabat lainnya yang shalat sunat sesudah magrib sampai isya. Maka turunlah ayat ini (as-Sajdah: 16) yang melukiskan perbuatan orang-orang yang terpuji.
Diriwayatkan dan disahihkan oleh at-Tirmidzi, yang bersumber dari Anas bahwa ayat ini (as-Sajdah: 16) turun berkenaan dengan para sahabat yang menunggu shalat al-‘atamah (shalat isya yang dilakukan pada akhir malam).

Rouslululloh menerangkan keutamaan pembaca surat As-sajdah
  1.  Mendapatkan Keimanan yang kuat dan "ilmu yaqin"
  2.  Mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakan ibadah pada "laylatul qodar"
  3.  jika di lanjutkan dengan surat Tabarok(Al-Mulk), Allah mencatatkan 70 Kebaikan dan Mencabut 70 Keburukan dan menambah 70 derajad
Pokok-Pokok Isinya :

1. Keimanan:
Menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW itu benar-benar seorang rasul dan menjelaskan bahwa kepada musyrik Mekah belum pernah diutus seorang rasulpun sebelumnya; menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lah yang menguasai alam semesta dan Dia-lah yang mengaturnya dengan aturan yang paling sempurna; menyatakan bahwa hari berbangkit benar-benar akan terjadi.

2. Hukum:
Anjuran melakukan sembahyang malam (tahajjud dan witir).

3. Dan lain-lain:
Keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fase-fase yang dilaluinya sampai ia menjadi manusia; penjelasan bagaimana keadaan orang-orang mukmin di dunia dan nikmat serta pahala-pahala yang disediakan Allah bagi mereka di akhirat; kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu itu meminta supaya dikem- balikan saja ke dunia untuk bertobat dan berbuat kebaikan, tetapi keinginan ini ditolak; keingkaran kaum musyrik ter- hadap hari berbangkit dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah mustahil.
Surat As Sajdah mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan kebenaran Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah dan Al-Quran yang diturunkan kepadanya merupakan petunjuk bagi manusia, menegaskan tentang ketauhidan dan kekuasaan Allah dengan mengemukakan hal-hal yang ber- hubungan dengan masa terciptanya alam, proses kejadian manusia dan kebangkitan di hari kiamat serta keajaiban yang terdapat pada alam semesta. Semuanya itu dikemukakan sebagai bantahan terhadap hujah-hujah yang dikemukakan oleh orang-orang musyrikin dan untuk menghilangkan keragu-raguan mereka.

HUBUNGAN SURAT AS SAJDAH DENGAN SURAT AL AHZAB

Surat As Sajdah diakhiri dengan perintah Nabi Muhammad SAW kepada orang-orang mukmin supaya jangan menghiraukan orang-orang kafir itu dan hendaklah ditunggu saja siksaan yang akan menimpa mereka, sedang surat Al Ahzab dimulai dengan perintah Nabi Muhammad SAW supaya orang- orang mukmin tetap bertakwa dan jangan mengikuti orang-orang kafir dan munafik.


Surat 32: As-Sajadah
(Sujud)



(Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang)


No.
Teks terjemahan
Teks Qur'an dan latinnya
001
"Alif Laam Miim." – (QS.32:1)
الم
                                                                                   Alif laam miim
002
"Turunnya Al-Qur'an yang tidak ada keraguan padanya, (adalah) dari Rabb semesta alam." – (QS.32:2)
تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Tanziilul kitaabi laa raiba fiihi min rabbil 'aalamiin(a)
003
"Tetapi mengapa mereka (orang-kafir) mengatakan: 'Dia Muhammad mengada-adakannya'. Sebenarnya Al-Qur'an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Rabb-mu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum, yang belum datang kepada mereka, orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk." – (QS.32:3)
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ
Am yaquuluunaaftaraahu bal huwal haqqu min rabbika litundzira qauman maa ataahum min nadziirin min qablika la'allahum yahtaduun(a)
004
"Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun, dan tidak (pula) seorang pemberi syafaat. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?." – (QS.32:4)
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا شَفِيعٍ أَفَلا تَتَذَكَّرُونَ
Allahul-ladzii khalaqas-samaawaati wal ardha wamaa bainahumaa fii sittati ai-yaamin tsummaastawa 'alal 'arsyi maa lakum min duunihi min walii-yin walaa syafii'in afalaa tatadzakkaruun(a)
005
"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari, yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun, menurut perhitunganmu." – (QS.32:5)
يُدَبِّرُ الأمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الأرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
Yudabbirul amra minassamaa-i ilal ardhi tsumma ya'ruju ilaihi fii yaumin kaana miqdaaruhu alfa sanatin mimmaa ta'udduun(a)
006
"Yang demikian itu ialah Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa, lagi Maha Penyayang," – (QS.32:6)
ذَلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Dzalika 'aalimul ghaibi wasy-syahaadatil 'aziizur-rahiim(u)
007
"Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya (sempurna), dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah." – (QS.32:7)
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الإنْسَانِ مِنْ طِينٍ
Al-ladzii ahsana kulla syai-in khalaqahu wabadaa khalqa-insaani min thiinin
008
"Kemudian Dia menjadikan keturunannya (keturunan manusia), dari saripati air yang hina (air mani)." – (QS.32:8)
ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ
Tsumma ja'ala naslahu min sulaalatin min maa-in mahiinin
009
"Kemudian Dia menyempurnakan (bentuk kejadiannya) dan meniupkan ke dalam (benih janin)nya, ruh (ciptaan)-Nya, dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur." – (QS.32:9)
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ
Tsumma sau-waahu wanafakha fiihi min ruuhihi waja'ala lakumussam'a wal abshaara wal af-idata qaliilaa maa tasykuruun(a)
010
"Dan mereka berkata: 'Apabila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah (dikubur), (apakah (ruh) kami benar-benar akan berada dalam (tubuh) ciptaan yang baru?'. Bahkan (sebenarnya) mereka ingkar akan menemui Rabb-nya." – (QS.32:10)
وَقَالُوا أَئِذَا ضَلَلْنَا فِي الأرْضِ أَئِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ بَلْ هُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ
Waqaaluuu a-idzaa dhalalnaa fiil ardhi a-innaa lafii khalqin jadiidin bal hum biliqaa-i rabbihim kaafiruun(a)
011
"Katakanlah: 'Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Rabb-mulah kamu akan dikembalikan." – (QS.32:11)
قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
Qul yatawaffaakum malakul mautil-ladzii wukkila bikum tsumma ila rabbikum turja'uun(a)
012
"Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat, ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabb-nya, (seraya mereka berkata): 'Ya Rabb-kami, kami telah melihat dan mendengar (bukti kebenaran-Mu), maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal shaleh, sesungguhnya kami (sekarang) adalah orang-orang yang (telah) yakin'." – (QS.32:12)
وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
Walau tara idzil mujrimuuna naakisuu ruuusihim 'inda rabbihim rabbanaa absharnaa wasami'naa faarji'naa na'mal shaalihan innaa muuqinuun(a)
013
"Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi)nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) dariku (bahwa ada jiwa yang dapat menerima petunjuk, dan ada yang tidak); 'Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama." – (QS.32:13)
وَلَوْ شِئْنَا لآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Walau syi-anaa li-aatainaa kulla nafsin hudaahaa walakin haqqal qaulu minnii amlaanna jahannama minal jinnati wannaasi ajma'iin(a)
014
"Maka rasakanlah olehmu (siksa ini), disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (Hari Kiamat); sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula), dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan'." – (QS.32:14)
فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا إِنَّا نَسِينَاكُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Fadzuuquu bimaa nasiitum liqaa-a yaumikum hadzaa innaa nasiinaakum wadzuuquu 'adzaabal khuldi bimaa kuntum ta'maluun(a)
015
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka tersungkur sujud dan bertasbih, serta memuji Rabb-nya, sedang mereka tidak menyombongkan diri." – (QS.32:15)
إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ
Innamaa yu'minu biaayaatinaal-ladziina idzaa dzukkiruu bihaa kharruu sujjadan wasabbahuu bihamdi rabbihim wahum laa yastakbiruun(a)
016
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo'a kepada Rabb-nya, dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rejeki, yang Kami berikan kepada mereka." – (QS.32:16)
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
Tatajaafa junuubuhum 'anil madhaaji'i yad'uuna rabbahum khaufan wathama'an wamimmaa razaqnaahum yunfiquun(a)
017
"Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." – (QS.32:17)
فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Falaa ta'lamu nafsun maa ukhfiya lahum min qurrati a'yunin jazaa-an bimaa kaanuu ya'maluun(a)
018
"Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)?. Mereka tidak sama." – (QS.32:18)
أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا لا يَسْتَوُونَ
Afaman kaana mu'minan kaman kaana faasiqan laa yastawuun(a)
019
"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, maka bagi mereka surga-surga (untuk) tempat kediaman(nya), sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan." – (QS.32:19)
أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَى نُزُلا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Ammaal-ladziina aamanuu wa'amiluush-shaalihaati falahum jannaatul ma'wa nuzulaa bimaa kaanuu ya'maluun(a)
020
"Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka, setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya, dan dikatakan kepada mereka: 'Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya'." – (QS.32:20)
وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ
Wa-ammaal-ladziina fasaquu fama'waahumunnaaru kullamaa araaduu an yakhrujuu minhaa u'iiduu fiihaa waqiila lahum dzuuquu 'adzaabannaaril-ladzii kuntum bihi tukadz-dzibuun(a)
021
"Dan sesungguhnya, Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia), sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)." – (QS.32:21)
وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الأدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الأكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Walanudziiqannahum minal 'adzaabil adna duunal 'adzaabil akbari la'allahum yarji'uun(a)
022
"Dan siapakah yang lebih zalim, daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabb-nya, kemudian ia berpaling darinya. Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa." – (QS.32:22)
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ
Waman azhlamu mimman dzukkira biaayaati rabbihi tsumma a'radha 'anhaa innaa minal mujrimiina muntaqimuun(a)
023
"Dan sesungguhnya, telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu (untuk) menerima (Al-Qur'an itu), dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil." – (QS.32:23)
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَلا تَكُنْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَائِهِ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ
Walaqad aatainaa muusal kitaaba falaa takun fii miryatin min liqaa-ihi waja'alnaahu hudan libanii israa-iil(a)
024
"Dan Kami jadikan di antara mereka (Bani Israil) itu, pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, ketika mereka sabar. Dan adalah mereka menyakini ayat-ayat Kami." – (QS.32:24)
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ
Waja'alnaa minhum a-immatan yahduuna biamrinaa lammaa shabaruu wakaanuu biaayaatinaa yuuqinuun(a)
025
"Sesungguhnya Rabb-mu, Dialah yang memberikan keputusan di antara mereka pada Hari Kiamat, tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya (tentang Hari Kiamat)." – (QS.32:25)
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
Inna rabbaka huwa yafshilu bainahum yaumal qiyaamati fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun(a)
026
"Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka, yang telah Kami binasakan, sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu (telah melihat sendiri buktinya). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Rabb). Maka apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)?." – (QS.32:26)
أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ أَفَلا يَسْمَعُونَ
Awalam yahdi lahum kam ahlaknaa min qablihim minal quruuni yamsyuuna fii masaakinihim inna fii dzalika li-aayaatin afalaa yasma'uun(a)
027
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam-tanaman, yang darinya (dapat) (di)makan (oleh) binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan?." – (QS.32:27)
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَسُوقُ الْمَاءَ إِلَى الأرْضِ الْجُرُزِ فَنُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا تَأْكُلُ مِنْهُ أَنْعَامُهُمْ وَأَنْفُسُهُمْ أَفَلا يُبْصِرُونَ
Awalam yarau annaa nasuuqul maa-a ilal ardhil juruzi fanukhriju bihi zar'an ta'kulu minhu an'aamuhum wa-anfusuhum afalaa yubshiruun(a)
028
"Dan mereka bertanya: 'Bilakah kemenangan itu (datang), jika kamu memang orang-orang yang benar?'." – (QS.32:28)
وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْفَتْحُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Wayaquuluuna mata hadzaal fathu in kuntum shaadiqiin(a)
029
"Katakanlah: 'Pada hari kemenangan itu tidak berguna bagi orang-orang kafir, iman mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh'." – (QS.32:29)
قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ لا يَنْفَعُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِيمَانُهُمْ وَلا هُمْ يُنْظَرُونَ
Qul yaumal fathi laa yanfa'ul-ladziina kafaruu iimaanuhum walaa hum yunzharuun(a)
030
"Maka berpalinglah kamu dari mereka, dan tunggulah (hari pembalasan), sesungguhnya mereka (juga) menunggu." – (QS.32:30)
فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَانْتَظِرْ إِنَّهُمْ مُنْتَظِرُونَ
Fa-a'ridh 'anhum waantazhir innahum muntazhiruun(a)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar