29 Apr 2016

Surah Al Ahqaaf {QS: 46}

Surat Al Ahqaaf terdiri dari 35 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah. Dinamai Al Ahqaaf (bukit-bukit pasir) dari perkataan Al Ahqaaf yang terdapat pada ayat 21 surat ini. Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud a.s. telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di Al Ahqaaf yang sekarang dikenal dengan Ar Rab’ul Khaali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya. Akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang. Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Pokok-pokok isinya:

1. Keimanan:
Dalil-dalil dan bukti keesaan Allah dan bahwa penyembah-penyembah berhala adalah sesat; orang-orang mukmin akan mendapat kebahagiaan dan orang-orang kafir akan diazab; risalah Nabi Muhammad s.a.w. tidak hanya terbatas kepada umat manusia saja, tetapi juga kepada jin.

2. Hukum-hukum:
Perintah kepada manusia supaya patuh kepada ibu bapak, memuliakannya dan mengerjakan apa yang diridhai Allah terhadapnya dan larangan menyakiti hatinya.

3. Kisah-kisah:
Kisah Nabi Hud a.s. dan kaumnya.

4. Dan lain-lain:
Orang yang mementingkan kenikmatan hidup duniawi saja akan merugi kelak di akhirat; orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah dalam kehidupannya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati.
Surat Al Ahqaaf menerangkan tentang diturunkannya Al Qur’an daripada Allah s.w.t. dan imannya segolongan jin kepada Nabi Muhammad s.a.w., keimanan, kebatilan, syirik, pernyataan bahwa risalah Muhammad s.a.w. adalah dari Allah, perintah Allah supaya menghormati orang tua dan mendoakannya, memperingatkan kaum musyrikin tentang azab yang telah ditimpakan kepada kaum Hud. Dan surat ini ditutup dengan nasehat keharusan bersabar bagi Nabi Muhammad s.a.w.

HUBUNGAN SURAT AL AHQAAF DENGAN SURAT MUHAMMAD

Hubungan surat Al Ahqaaf dengan surat Muhammad ialah pada Al Ahqaaf Allah mengancam orang-orang kafir dengan kebinasaan, pada permulaan surat Muhammad disebutkan bahwa Allah membinasakan semua orang kafir dan Allah memerintahkan Muhammad s.a.w. memerangi mereka.


Surat 46: Al-Ahqaaf
(Bukit-bukit pasir)



(Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang)


No.
Teks terjemahan
Teks Qur'an dan latinnya
001
"Haa Miim." – (QS.46:1)
حم
                                                                                 Haa miim
002
"Diturunkan kitab ini dari Allah Yang Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana." – (QS.46:2)
تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
Tanziilul kitaabi minallahil 'aziizil hakiim(i)
003
"Kami tiada menciptakan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan (tujuan) yang benar, dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling, dari apa yang diperingatkan kepada mereka." – (QS.46:3)
مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ
Maa khalaqnaas-samaawaati wal ardha wamaa bainahumaa ilaa bil haqqi wa-ajalin musamman waal-ladziina kafaruu 'ammaa undziruu mu'ridhuun(a)
004
"Katakanlah: 'Terangkanlah kepadaku, tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkanlah kepada-Ku, apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini, atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit. Bawalah kepadaku kitab yang sebelum (Al-Qur'an) ini, atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar'." – (QS.46:4)
قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الأرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ اِئْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Qul ara-aitum maa tad'uuna min duunillahi aruunii maadzaa khalaquu minal ardhi am lahum syirkun fiis-samaawaati i-atuunii bikitaabin min qabli hadzaa au atsaaratin min 'ilmin in kuntum shaadiqiin(a)
005
"Dan siapakah yang lebih sesat, daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah, yang tiada dapat memperkenankan (do'anya) sampai hari kiamat, dan mereka lalai dari (memperhatikan) do'a mereka." – (QS.46:5)
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ
Waman adhallu mimman yad'uu min duunillahi man laa yastajiibu lahu ila yaumil qiyaamati wahum 'an du'aa-ihim ghaafiluun(a)
006
"Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat), niscaya sembahan-sembahan mereka itu menjadi musuh mereka, dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka." – (QS.46:6)
وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ
Wa-idzaa husyirannaasu kaanuu lahum a'daa-an wakaanuu bi'ibaadatihim kaafiriin(a)
007
"Dan apabila dibacakan kepada mereka, ayat-ayat Kami yang menjelaskan, berkatalah orang-orang yang mengingkari kebenaran, ketika kebenaran itu datang kepada mereka: 'Ini adalah sihir yang nyata'." – (QS.46:7)
وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
Wa-idzaa tutla 'alaihim aayaatunaa bai-yinaatin qaalal-ladziina kafaruu lilhaqqi lammaa jaa-ahum hadzaa sihrun mubiinun
008
"Bahkan mereka mengatakan: 'Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al-Qur'an)', Katakanlah: 'Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikitpun, (untuk) mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan, tentang Al-Qur'an itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu, dan Dia-lah Yang Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang'." – (QS.46:8)
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ إِنِ افْتَرَيْتُهُ فَلا تَمْلِكُونَ لِي مِنَ اللَّهِ شَيْئًا هُوَ أَعْلَمُ بِمَا تُفِيضُونَ فِيهِ كَفَى بِهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Am yaquuluu-naaftaraahu qul iniiftaraituhu falaa tamlikuuna lii minallahi syai-an huwa a'lamu bimaa tufiidhuuna fiihi kafa bihi syahiidan bainii wabainakum wahuwal ghafuurur-rahiim(u)
009
"Katakanlah: 'Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul, dan aku tidak mengetahui, apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti, apa yang diwahyukan kepadaku, dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang memberi penjelasan'." – (QS.46:9)
قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ وَمَا أَدْرِي مَا يُفْعَلُ بِي وَلا بِكُمْ إِنْ أَتَّبِعُ إِلا مَا يُوحَى إِلَيَّ وَمَا أَنَا إِلا نَذِيرٌ مُبِينٌ
Qul maa kuntu bid'an minarrusuli wamaa adrii maa yuf'alu bii walaa bikum in attabi'u ilaa maa yuuha ilai-ya wamaa anaa ilaa nadziirun mubiinun
010
"Katakanlah: 'Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu, jika Al-Qur'an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya, dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur'an, lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim'." – (QS.46:10)
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَكَفَرْتُمْ بِهِ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى مِثْلِهِ فَآمَنَ وَاسْتَكْبَرْتُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Qul ara-aitum in kaana min 'indillahi wakafartum bihi wasyahida syaahidun min banii israa-iila 'ala mitslihi faaamana waastakbartum innallaha laa yahdiil qaumazh-zhaalimiin(a)
011
"Dan orang-orang kafir berkata, kepada orang-orang yang beriman: 'Kalau sekiranya dia (Al-Qur'an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya'. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya, maka mereka berkata: 'Ini adalah dusta yang lama'." – (QS.46:11)
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا لَوْ كَانَ خَيْرًا مَا سَبَقُونَا إِلَيْهِ وَإِذْ لَمْ يَهْتَدُوا بِهِ فَسَيَقُولُونَ هَذَا إِفْكٌ قَدِيمٌ
Waqaalal-ladziina kafaruu lil-ladziina aamanuu lau kaana khairan maa sabaquunaa ilaihi wa-idz lam yahtaduu bihi fasayaquuluuna hadzaa ifkun qadiimun
012
"Dan sebelum Al-Qur'an itu, telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al-Qur'an) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab, untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim, dan memberi khabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." – (QS.46:12)
وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَى إِمَامًا وَرَحْمَةً وَهَذَا كِتَابٌ مُصَدِّقٌ لِسَانًا عَرَبِيًّا لِيُنْذِرَ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَبُشْرَى لِلْمُحْسِنِينَ
Wamin qablihi kitaabu muusa imaaman warahmatan wahadzaa kitaabun mushaddiqun lisaanan 'arabii-yan liyundziral-ladziina zhalamuu wabusyra lilmuhsiniin(a)
013
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Rabb-kami ialah Allah', kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekuatiran terhadap mereka, dan mereka tiada (pula) berduka-cita." – (QS.46:13)
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ
Innal-ladziina qaaluuu rabbunaallahu tsummaastaqaamuu falaa khaufun 'alaihim walaa hum yahzanuun(a)
014
"Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." – (QS.46:14)
أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Uula-ika ashhaabul jannati khaalidiina fiihaa jazaa-an bimaa kaanuu ya'maluun(a)
015
"Kami perintahkan kepada manusia, supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa, dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdo'a: 'Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau, yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh, yang Engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada, Engkau dan sesungguhnya, aku termasuk orang-orang yang berserah diri'." – (QS.46:15)
وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Wawash-shainaa-insaana biwaalidaihi ihsaanan hamalathu ummuhu kurhan wawadha'athu kurhan wahamluhu wafishaaluhu tsalaatsuuna syahran hatta idzaa balagha asyuddahu wabalagha arba'iina sanatan qaala rabbi auzi'nii an asykura ni'matakallatii an'amta 'alai-ya wa'ala waalidai-ya wa-an a'mala shaalihan tardhaahu wa-ashlih lii fii dzurrii-yatii innii tubtu ilaika wa-innii minal muslimiin(a)
016
"Mereka itulah, orang-orang yang Kami terima dari mereka, amal yang baik yang telah mereka kerjakan, dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka." – (QS.46:16)
أُولَئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجاوَزُ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ
Uula-ikal-ladziina nataqabbalu 'anhum ahsana maa 'amiluu wanatajawazu 'an sai-yi-aatihim fii ashhaabil jannati wa'dash-shidqil-ladzii kaanuu yuu'aduun(a)
017
"Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu-bapaknya: 'Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku, bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku(, namun belum ada satupun bukti tentang kebangkitan itu)', lalu kedua ibu bapaknya memohon pertolongan kepada Allah, seraya mengatakan: 'Celaka kamu, berimanlah!. Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar'. Lalu dia berkata: 'Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang yang dahulu belaka'." – (QS.46:17)
وَالَّذِي قَالَ لِوَالِدَيْهِ أُفٍّ لَكُمَا أَتَعِدَانِنِي أَنْ أُخْرَجَ وَقَدْ خَلَتِ الْقُرُونُ مِنْ قَبْلِي وَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ اللَّهَ وَيْلَكَ آمِنْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَيَقُولُ مَا هَذَا إِلا أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ
Waal-ladzii qaala liwaalidaihi uffin lakumaa ata'idaaninii an ukhraja waqad khalatil quruunu min qablii wahumaa yastaghiitsaa-nillaha wailaka aamin inna wa'dallahi haqqun fayaquulu maa hadzaa ilaa asaathiirul au-waliin(a)
018
"Mereka itulah orang-orang (kafir) yang telah pasti (azab) atas mereka, bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka, dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi." – (QS.46:18)
أُولَئِكَ الَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ
Uula-ikal-ladziina haqqa 'alaihimul qaulu fii umamin qad khalat min qablihim minal jinni wal-insi innahum kaanuu khaasiriin(a)
019
"Dan bagi masing-masing mereka (jin dan manusia, akan memperoleh) derajat, menurut apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Allah mencukupkan bagi mereka, (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka, sedang mereka tiada dirugikan." – (QS.46:19)
وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا وَلِيُوَفِّيَهُمْ أَعْمَالَهُمْ وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ
Walikullin darajaatun mimmaa 'amiluu waliyuwaffiyahum a'maalahum wahum laa yuzhlamuun(a)
020
"Dan (ingatlah) hari (kiamat, ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka, (kepada mereka dikatakan): 'Kamu telah menghabiskan rejekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja), dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan, karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi, tanpa hak dan kamu telah fasik'." – (QS.46:20)
وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِي الأرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَفْسُقُونَ
Wayauma yu'radhul-ladziina kafaruu 'alannaari adzhabtum thai-yibaatikum fii hayaatikumuddunyaa waastamta'tum bihaa fal yauma tujzauna 'adzaabal huuni bimaa kuntum tastakbiruuna fiil ardhi bighairil haqqi wabimaa kuntum tafsuquun(a)
021
"Dan ingatlah (Huud) saudara kaum 'Aad, yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al-Ahqaaf, dan sesungguhnya, telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya, dan sesudahnya (dengan mengatakan): 'Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku kuatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar'." – (QS.46:21)
وَاذْكُرْ أَخَا عَادٍ إِذْ أَنْذَرَ قَوْمَهُ بِالأحْقَافِ وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ أَلا تَعْبُدُوا إِلا اللَّهَ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Waadzkur akhaa 'aadin idz andzara qaumahu bil ahqaafi waqad khalatinnudzuru min baini yadaihi wamin khalfihi alaa ta'buduu ilaallaha innii akhaafu 'alaikum 'adzaaba yaumin 'azhiimin
022
"Mereka menjawab: 'apakah kamu datang kepada kami, untuk memalingkan kami dari (menyembah) ilah-ilah kami. Maka datangkanlah kepada kami, azab yang telah kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar'." – (QS.46:22)
قَالُوا أَجِئْتَنَا لِتَأْفِكَنَا عَنْ آلِهَتِنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ
Qaaluuu aji-atanaa lita'fikanaa 'an aalihatinaa fa'tinaa bimaa ta'idunaa in kunta minash-shaadiqiin(a)
023
"Ia berkata: 'Sesungguhnya pengetahuan (tentang itu) hanya pada sisi Allah, dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu, apa yang aku diutus dengan membawanya, tetapi aku lihat kamu adalah kaum yang bodoh'." – (QS.46:23)
قَالَ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَأُبَلِّغُكُمْ مَا أُرْسِلْتُ بِهِ وَلَكِنِّي أَرَاكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُونَ
Qaala innamaal 'ilmu 'indallahi wa-uballighukum maa ursiltu bihi walakinnii araakum qauman tajhaluun(a)
024
"Maka tatkala mereka melihat azab itu, berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: 'Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami'. (Bukan!,) bahkan itulah azab yang kamu minta, supaya datang dengan segera, (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih," – (QS.46:24)
فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهِ رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ
Falammaa ra-auhu 'aaridhan mustaqbila audiyatihim qaaluuu hadzaa 'aaridhun mumthirunaa bal huwa maaasta'jaltum bihi riihun fiihaa 'adzaabun aliimun
025
"yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Rabb-nya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi, kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa." – (QS.46:25)
تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا لا يُرَى إِلا مَسَاكِنُهُمْ كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ
Tudammiru kulla syai-in biamri rabbihaa fa-ashbahuu laa yura ilaa masaakinuhum kadzalika najziil qaumal mujrimiin(a)
026
"Dan sesungguhnya, Kami telah meneguhkan kedudukan mereka, dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu, dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah, dan mereka telah diliputi oleh siksa, yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkan-nya." – (QS.46:26)
وَلَقَدْ مَكَّنَّاهُمْ فِيمَا إِنْ مَكَّنَّاكُمْ فِيهِ وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْئِدَةً فَمَا أَغْنَى عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلا أَبْصَارُهُمْ وَلا أَفْئِدَتُهُمْ مِنْ شَيْءٍ إِذْ كَانُوا يَجْحَدُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
Walaqad makkannaahum fiimaa in makkannaakum fiihi waja'alnaa lahum sam'an wa-abshaaran wa-af-idatan famaa aghna 'anhum sam'uhum walaa abshaaruhum walaa af-idatuhum min syai-in idz kaanuu yajhaduuna biaayaatillahi wahaaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi-uun(a)
027
"Dan sesungguhnya, Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu, dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran. Kami berulang-ulang (sampaikan kisah-kisah itu), supaya mereka kembali (bertaubat)." – (QS.46:27)
وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا مَا حَوْلَكُمْ مِنَ الْقُرَى وَصَرَّفْنَا الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Walaqad ahlaknaa maa haulakum minal qura washarrafnaa-aayaati la'allahum yarji'uun(a)
028
"Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah, sebagai Ilah untuk mendekatkan diri (kepada Allah), tidak dapat menolong mereka. Bahkan ilah-ilah itu telah lenyap dari mereka (di hari kiamat). Itulah akibat kebohongan mereka, dan apa yang dahulu mereka ada-adakan." – (QS.46:28)
فَلَوْلا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةً بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْ وَذَلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ
Falaulaa nasharahumul-ladziina-attakhadzuu min duunillahi qurbaanan aalihatan bal dhalluu 'anhum wadzalika ifkuhum wamaa kaanuu yaftaruun(a)
029
"Dan (ingatlah), ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu, yang (datang untuk) mendengarkan Al-Qur'an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya), lalu mereka berkata: 'Diamlah kamu (kepada temannya, untuk mendengarkannya)'. Ketika pembacaan telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan." – (QS.46:29)
وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ
Wa-idz sharafnaa ilaika nafaran minal jinni yastami'uunal quraana falammaa hadharuuhu qaaluuu anshituu falammaa qudhiya wallau ila qaumihim mundziriin(a)
030
"Mereka (kaum jin) berkata: 'Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur'an), yang telah diturunkan sesudah Musa, yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya, lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus." – (QS.46:30)
قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ
Qaaluuu yaa qaumanaa innaa sami'naa kitaaban unzila min ba'di muusa mushaddiqan limaa baina yadaihi yahdii ilal haqqi wa-ila thariiqin mustaqiimin
031
"Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu, dan melepaskan kamu dari azab yang pedih." – (QS.46:31)
يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
Yaa qaumanaa ajiibuu daa'iyallahi waaaminuu bihi yaghfir lakum min dzunuubikum wayujirkum min 'adzaabin aliimin
032
"Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi, dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata'." – (QS.46:32)
وَمَنْ لا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الأرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُونِهِ أَولِيَاءُ أُولَئِكَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ
Waman laa yujib daa'iyallahi falaisa bimu'jizin fiil ardhi walaisa lahu min duunihi auliyaa-u uula-ika fii dhalalin mubiinin
033
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi, dan Dia tidak merasa payah, karena menciptakannya, kuasa menghidupkan (membangkitkan) orang-orang mati. Ya (bahkan) sesungguhnya, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu'." – (QS.46:33)
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَلَمْ يَعْيَ بِخَلْقِهِنَّ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى بَلَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Awalam yarau annallahal-ladzii khalaqas-samaawaati wal ardha walam ya'ya bikhalqihinna biqaadirin 'ala an yuhyiyal mauta bala innahu 'ala kulli syai-in qadiirun
034
"Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada neraka, (dikatakan kepada mereka): 'Bukankah (azab) ini benar'. Mereka menjawab: 'Ya benar, demi Rabb-kami'. Allah berfirman: 'Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar'." – (QS.46:34)
وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَلَيْسَ هَذَا بِالْحَقِّ قَالُوا بَلَى وَرَبِّنَا قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ
Wayauma yu'radhul-ladziina kafaruu 'alannaari alaisa hadzaa bil haqqi qaaluuu bala warabbinaa qaala fadzuuquul 'adzaaba bimaa kuntum takfuruun(a)
035
"Maka bersabarlah kamu, seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati, dari rasul-rasul (terdahulu yang) telah bersabar, dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari (ketika) mereka melihat azab, yang diancamkan kepada mereka, (mereka merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia), melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan, melainkan kaum yang fasik." – (QS.46:35)
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ بَلاغٌ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ
Faashbir kamaa shabara uuluul 'azmi minarrusuli walaa tasta'jil lahum kaannahum yauma yarauna maa yuu'aduuna lam yalbatsuu ilaa saa'atan min nahaarin balaaghun fahal yuhlaku ilaal qaumul faasiquun(a)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar