25 Apr 2009

SELALU ADA CARA MENCINTAI



andyrra.blogspot.com


SELALU ADA CARA MENCINTAI


Awan mencintai bumi dengan mencurahkan hujan. Matahari mencintai langit dengan memberi semburat pelangi. Yin mencintai Yang dengan saling bersinergi dengan putih dan hitam warnanya. Ibu mencintai anaknya dengan rela menembus belantara kerasnya dunia. Selalu indah....... Itulah mengapa cara mencintai selalu menghadirkan cerita yang tak pernah habis dimakan waktu. Tahukah sebuah kisah kesetiaan yang agung??? Adalah Zulaikha mencintai Yusuf dengan keindahan fana. Tapi Yusuf memiliki cara tersendiri untuk mencintai Zulaikha, yakni dengan
menghempas cinta Zulaikha, demi Allah Sang Pencinta.. Hai.. Mengapa bisa??? Ya bisa saja, karena cinta manakah yang mampu mengalahkan kecintaan hamba pada Kekasihnya?? Melahirkan kesetiaan iman yang tak pernah bisa dicerna akal. Sehingga tak setitik atom pun kecintaan itu tunduk karena goda. Hhhh, kalau hari ini aku bertemu Nabiullah yang rupawan ini, tentu aku malu, karena belum bisa sehebat beliau untuk mencintai Dzat Yang Terindah.

Nah kalau yang ini tentang kecintaan pada ummat. Lihatlah kecintaan manusia terkasih Allah pada ummatnya. Impossible, jika dibayangkan manusia abad 21. Karena begitu agungnya, lebih agung dan dahsyat dari kisah cinta manapun. Kala dalam detik akhir hidupnya masih saja manusia ini menyebut ummat – Nya. Lalu dimana kita saat ini ? Adakah dalam benak kita tersimpan sebuah file yang selalu otomatis terbuka saat kita membuka mata usai tidur ?? Hai, mari kita ingat lagi... Ah malu rasanya, karena awal membuka mata, tak ada file tentang ummat, namun tentang kepentingan pribadi, ambis diri sendiri. Duh malu ya, Jika bertemu Sayyid Quthb, mungkin dia akan menertawakan, karena pasti aku dikatakan sebagai manusia kerdil, karena hidup untuk diri sendiri dan ingin orang lain hidup untuknya. Bukan manusia besar yang selalu ingin hidup untuk orang lain.

Hmmm, kalau yang ini tentang mencintai impiannya. Banyak cara manusia mencintai impiannya. Lihatlah lisah agung Umar Bin Khattab, yang mempunyai impian besar mensejahterakan rakyatnya. Hingga pada masa kekhalifahannya tak ada lagi orang yang berpredikat 8 asnaf. Dan perhatikan cara beliau mencintai impiannya, dengan menyamar sebagai laki – laki kumal, mengendap ke rumah rakyatnya, hanya ingin tahu derita yang dirasa mereka. Ah, kalau nertemu Faiz Abdurrahman, penulis cilik itu, mungkin aku malu. Karena justru dia yang memiliki inisiatif untuk bertanassuk pada orang kesatu di negeri ini supaya berlaku seperti Umar. Lalu bagaimana caraku mencintai Allah, ummat juga mencintai impian ?? ,Sudahkah aku memilih cara semulia dan seagung mereka ?? Ah, rasanya masih jauh, tapi aku tak boleh berdiam karena jika kita ingin mencintai maka kita kita harus berbuat. Maka inilah cara sederhanaku mencintai – Mu Allah, inilah caara sederhanaku mencintai ummat dan inilah caraku mencintai impian. Tak seindah kisah yang melegenda namun aku ingin tetap mencintai. “ Bahagia sekali saat cinta – Mu kembali, Allah – ku .”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar